Rabu, 25 November 2015

Teror Paris: "Orang Prancis sudah tahu akan adanya serangan besar"


Wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar berbicara dengan Rémy Madinier, pakar Islam dan salah satu direktur Centre Asie du Sud-Est (CASE) di Prancis:
Apa dampak serangan ini bagi masyarakat Prancis?
Orang akan lebih berhati-hati dan banyak yang akan tidak suka pergi ke tempat umum jika tak ada langkah keamanan yang nyata di pintu masuk.
Pasti akan ada serangan yang lain. Jika itu dalam beberapa hari atau minggu, kemungkinan besar kita di Prancis akan mengalami psikosis. Jika tak ada serangan dalam beberapa bulan seperti sesudah Charlie Hebdo kehidupan akan normal lagi, tentu dengan kehadiran tentara dan polisi lebih nyata.
Anda yakin akan ada serangan lain?
Orang Prancis sudah tahu akan adanya serangan besar. Beberapa pekan lalu ada upaya serangan di kereta Amsterdam-Paris yang gagal. Dan bulan-bulan sebelumnya ada beberapa jaringan teroris yang dibongkar aparat keamanan.
Orang Prancis tahu mereka di garis depan melawan teroris karena kami paling terlibat dalam memerangi ISIS di Suriah, juga jaringan lain di Afrika Utara, di Mali, Pantai Gading dll.
Dalam keseharian, apa yang akan berubah?
Teroris akan menang kalau ada psikosis yang besar di Prancis dan orang Prancis mengerti bahwa tujuan teror adalah memisahkan mereka dari hidup normal seperti aktivitas kebudayan, pergi ke bioskop, keluar malam. Jadi jika ada ketakutan di kalangan penduduk, namun akan ada banyak orang yang memaksa diri untuk hidup secara normal biar tidak menyerah di depan orang-orang gila ini.
___
Demikian perkembangan terbaru yang bisa kami sampaikan terkait serangan di Paris yang menewaskan sedikitnya 128 orang. Saya Christine Franciska, pamit, dan sampai bertemu lagi dalam peliputan langsung lainnya.
00:41
Pemain timnas Jerman sampai tidur di stadion
Martin Roschitz, wartawan radio NDR Jerman, berada di stadion nasional Stade de France, untuk meliput pertandingan persahabatan antara Prancis dan Jerman.
Ia berkisah kepada BBC: “Usai pertandingan (dimenangkan Prancis 2-0), para pemain Jerman muncul, untuk diwawancarai oleh kami, para wartawan. Namun kami tak memiliki pertanyaan, dan semua berduka dan terguncang berat oleh kejadian ini.
Para pemain tak menyadari apa yang terjadi, dan akhirnya manajer tim Oliver Bierhoff mengabari apa yang terjadi, dan pemain pun mengambil telepon menghubungi keluarga atau teman mereka.
Mereka kemudian menginap di stadion, karena terlalu berisiko untuk pulang ke hotel. Ada peringatan bom sehari sebelumnya dan para pemain tak merasa aman di hotel. Jadi mereka memutuskan untuk tidur di stadion bersama para pemain Prancis.Di sebuah konfrensi pers di Vienna, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan Amerika bertekad "untuk menumpas terorisme yang keji."
"Dan yakinlah, tekad ini justru makin bulat" sesudah serangan Paris.
23:44
Tidak ada WNI menjadi korban dalam serangan Paris
Yosep Tutu, KBRI Paris kepada wartawan BBC, Ging Ginanjar mengatakan sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan di Paris, Prancis. Berkiut keterangannya:
"Kami sudah menghubungi dua nomor Crisis Centre pemerintah Prancis, untuk mengecek apakah ada warga Indonesia yang menjadi korban. Sejauh ini tidak ada. Juga kami sudah meminta laporan dari masyarakat Indonesia di Prancis jika ada warga yang tak bisa dihubungi. Syukurlah, tidak ada."
"Di sisi lain, sejak tengah malam, sesudah kabar serangan-serangan itu, KBRI mendapat panggilan telepon tak ada hentinya dari Indonesia. Dari mereka yang cemas tentang nasib keluarga mereka di Paris yang tak bisa dihubungi. Kami membantu menghubungi keluarga yang dimaksud, dan sekarang semuanya sudah saling terhubung."

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar